SOAL TRY OUT KE 2
TAHUN AJARAN 2010 / 2011
1. Judul : Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual “ESQ”
Pengarang : Ary Ginanjar Agustian
Penerbit : Arga
Tempat Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2001
Penulisan daftar pustaka berdasarkan data buku tersebut adalah................
a. Agustian, Ginanjar Ary. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan
Spiritual “ESQ” . Jakarta: Arga.
b.Ginanjar Agustian, Ary. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan
Spiritual “ESQ” . Jakarta: Arga.
c. Ary, Ginanjar Agustian. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi
dan Spiritual “ESQ” . Jakarta: Arga.
d. Agustian, Ary Ginanjar. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan
Spiritual “ESQ” . Jakarta: Arga.
2. (1) Materi tentang binatang barbuku-buku terdapat didalam buku biologi.
(2) Ketika menyapu halaman rumah, Asri menemukan selembar halaman novel Lupus.
(3) Mengapa bahumu berbau tidak sedap?
(4) Masyarakat tahu bahwa tahu banyak yang diformalin.
Kalimat yang menggunakan kata berhomonim adalah...
a. (1) dan (2) c. (2) dan (3)
b. (1) dan (3) d. (2) dan (4)
3. Kalimat yang menggunakan majas metafora adalah...
a. Kini semakin banyak orangyang membeca kompas.
b. Belajar dan berdoalah agar tidak menjadi sampah masyarakat.
c. Sudahlah tidak usah kamu risaukan, bagiku barang yang hilang itu kecil.
d. Sebagai siswa yang pandai, Hasan merasa bodoh bergaul dengan teman sebayanya.
4. Kalimat berikut yang menggunakan pasangan kata bersinonim adalah...
a. Untuk mengirit energi listrik, Hamid menggunakan lampu hemat energi.
b. Kita merasa terjajah hidup di negeri yang sudah merdeka.
c. Saya belum tahu ciri-ciri tahu yang menggunakan formalin.
d. Demi keamanan, Bang Farhan menyimpan uangnya di bank.
5. Pohon-pohon cemara di kaki gunung
Pohon-pohon cemara
Menyerbu kampung-kampung.
Jenis citraan cuplikan puisi tersebut adalah...
a. penglihatan c. Perasaan
b. pendengaran d. Perabaan
6. Doakan perjuangan kami, Pak!
Mereka naik truk kembali
Masih meneriakkan terima kasihnya
“ Hidup Pak Rambutan! Hidup rakyat!”
Berdasarkan bait puisi tersebut, larik yang bermajas adalah...
a. pertama c. ketiga
b. kedua d. keempat
7. Ladang Petani
Tersisih jauh di luar kota,
Mendatar ladang setentang mata,
Dalamnya penuh tanam-tanaman,
Damai aman dan hati sukma.
Di tengah-tengah tanaman muda,
Petani berdiri dengan senangnya,
Memandang ladang penuh kekayaan,
Tumbuh-tumbuhan banyak macamnya,
Membayangkan datang zaman sentosa.
A. Hasjmi
Tema puisi tersebut adalah...
a. keindahan sawah ladang
b. Tanaman siap panen
c. suasana di daerah pertanian
d. tumbuhan petani yang bermacam-macam
8. “ Kamu kenapa, Du?” tanya kakek dengan sedih.
“ Maafkan Badu, Kek, tadi Badu makan mangga yang kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut,” kata Badu sambil terisak.
“ Sudahlah, Du, kakek kan pernah nasihatimu lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya.
Pesan yang tepat dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
a. Sebaiknya jangan melawan tingkah orang tua.
b. Dilarang memakan makanan yang menyebabkan sakit perut.
c. Jangan memetik mangga sembarangan.
d. Kita harus menuruti nasihat orang tua.
9. 1. Lelaki itu sejenak tengadah, kemudian memandang tali-temali kapal, tatapannya lesu jauh menerawang ke daerah-daerah pelayarannya. 2. Ada desir air yang bergetar didalamnya, kedua kepalan tangannya dimasukkan kedalam saku celana kanan dan kiri. 3. Lelaki itu kemudian menundukkan kepala sambil melangkah perlahan-lahan. 4. Sementara angin daratan mendesir meniup malas, mengibas dingin di tubuhnya.
Bukti bahwa pelabuhan merupakan latar tempat dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat bernomor...
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4
10. Perhatikan kutipan berikut!
(1). Nek, Didi minta makan sekarang, ya Nek? Tanyanya mencoba merayu perempuan tua itu. (2). Nenek diam saja. (3). Tak peduli. (4). Boleh, Nek boleh? (5) Didi terkejut dibentak nenek. (6) Aku bilang tunggu, tunggu! Kau tidak mengerti? Tunggu, sebentar lagi kakekmu pulang. (7) Diam-diam Didi melihat jam di atas meja kecil dekat radio. Sudah pukul tiga ...
Suasana tegang dalam kutipan cerpen tersebut ditunjukkan nomor....
a. 1 dan 2 c. 5 dan 6
b. 3 dan 4 d. 6 dan 7
11. “ Si pegawai itu memang cerewet!” Ini adalah pendapat sebagian mereka. Si nenek itu kepingin benar dipanggil nona. Benarkah ia masih nona? Itu bukan soal. Cukup jelas bahwa si nenek itu tak dapat menghargai kejujuran yang begitu ikhlas dari pelanggan yang mengembalikan uang lebih yang diterimanya dari loket. Si nenek itu seharusnya sudah puas menerima weselnya separuh dari jumlah yang telah dikeluarkan. “ Siapa orang di zaman ini yang sudi datang ke loketnya untuk menyerahkan kembali uang yang sudah berada di tangannya?”
Amanat pada kutipan novel tersebut adalah...
a. imbauan jujur kepada diri sendiri
b. imbauan ikhlas kepada teman
c. ajakan percaya kepada orang lain
d. ajakan menghargai kejujuran orang lain
12. Bukan main lebih hati Bu Kasim waktu itu yang memikirkan nasib suaminya. Semua tetangga ikut bersedih ketika menyaksikan kejadian itu. Akan tetapi, mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Tentara Belanda bersenjata lengkap sedangkan penduduk tidak punya apa-apa untuk melawannya”. Tidak beberapa setelah kejadian itu, Guntarman pun pulang. Ia juga tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali menyimpan saja kesedihan dan dendam kesumat di dalam dadanya.
Kutipan novel tersebut menggunakan konflik....
a. jasmani b. batin c. Fisik d. Lahir
13. Oleh anak-anak, tempat tinggal beroda itu kemudian diubah menjadi kantor detektif mereka, yang dinamakan Trio Detektif. Di dalamnya, ada labooratorium kecil lengkap dengan kamar gelap untuk mencuci dan mencetak foto, selanjutya ruang kantor dengan perlengkapan meja yang sudah usang, sejumlah kursi, serta sebuah pesawat telepon. Sebuah lemari arsip yang besar berisi map-map laporan tentang segala kasus yang pernah ditangani Trio Detektif. Catatan itu disusun dengan cermat dan rapi oleh Bob, Anderson dan Jupiter. Pemimpin kelompok kecil itu pada saat-saat luangnya sering berada di ruang kantor mereka untuk memikirkan kasus-kasus yang ditangani serta melatih kemampuan otaknya yang luar biasa.
( The Mistery of Death Mine karya Alfred Hitcocks)
Simpulan kutipan novel tersebut yang tepat adalah...
a. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, seseorang dapat mempengaruhi orang lain.
b. Kerajinan seseorang dalam bekerja tampak dari tempat kerjanya.
c. Kreativitas akan berguna bagi kepentingan orang banyak.
d. Pekerjaan yang berat akan terasa ringan bila dicicil.
14. Sore itu, seorang ibu menggendong anaknya yang usianya baru sembilan bulan ke tempat praktik Dokter Wira.
Dokter : Putra Ibu sakit apa?
Ibu Ana : Tidak sakit, Dok. Hanya perlu imunisasi.
Dokter : O, imunisasi apa, Bu?
Ibu Ana : Campak, Dok, karena anak saya sudah 9 bulan.
Dokter : Wah, Ibu termasuk ibu yang baik. Selalu memperhatikan kebutuhan putranya.
Ibu Ana : Ah, Dokter bisa saja!
Dokter : Ya, karena kadang-kadang seorang ibu lupa akan perlunya imunisasi lengkap bagi anaknya. Padahal imunisasi itu penting.
Latar kutipan drama tersebut adalah...
a. posyandu c. Rumah sakit
b. puskesmas d. tempat praktek dokter
15. Roro : Kurasa tidak ada gunanya kita protes. Kita sudah kalah. Bagi kita, Kepala Sekolah kita bukan guru lagi, bukan pendidik. Ia berlagak penguasa.
Rendi : Itu tafsiranmu, Ren. Menurut dia tindakannya itu mendidik.
Aman : Mendidik, tapi mendidik pemberontak. Bukan mendidik anaknya sendiri. Gila.
Kusni : Masak begitu?
Aman : Kalau mendidik anaknya sendiri bukan begitu caranya.
Kusni : Tentu saja tidak. Ia bertindak dengan caranya sendiri.
Aman : Sudahlah! kalau menurut aku sebaiknya kita protes diam. Kita mogok, nanti, kalau sekolah kita tutup tahun, kita semua diam.
Watak tokoh Reni dalam kutipan naskah drama tersebut adalah...
a. pamarah b. penyabar c. pendendam d. pemikir
16. 1. Budi : Gawangku tidak pernah kebobolan, Gus.
2. Agus : Ah, yang benar!
3. Budi : Tidak percaya, masa aku berbohong.
4. Agus : Tidak pernah kebobolan gawangmu?
5. Budi :Sekalipun tidak pernah, kalau aku yang menjaga gawangnya. Tetapi teman-teman suka kalau aku menjadi penyerang.
6. Agus : Jangan suka membusungkan dada, awas nanti kalau meletus.
7. Budi :Yang penting buktinya, Gus. Pernah gawangku kebobolan kalau bertanding?
8. Agus : Nggak pernah? Ingat, dua bulan yang lalu, ketika musuh anak-anak sawahan? Karena malu di olok-olok teman-teman, akhirnya kau memilih menjadi penyerang saja.
Bukti bahwa watak Jaya sombong dapat diketahui dari pernyataan Agus yang bernomor...
a. 2 b. 4 c. 6 d. 8
17. Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah lembut
.....
Di ruang angkasa angin bergelut
Larik bermajas yang sesuai untuk melengkapi baris ketiga puisi tersebut adalah...
A. Nyiur bergerak di tiup angin
B. Udara begitu terasa dingin
C. Puncak kelapa melambai-lambai
D. Langit hitam dan kelam
18. Pergi ke pasar membeli buku
Duku di kupas banyak isinya
Kalau duduk bertopang ...
Coba terka apa namanya.
Kata yang tepat untuk melengkapi puisi agar bersajak sama dengan larik pertama adalah...
A. suku B. dahan C. tangan d. dagu
19. Burung nuri burung dara
Taman pesisir taman kayangan
Cobalah cari wahai saudara
Makin diisi makin ringan
Balasan pantun tersebut yng tepat adalah....
A. Bunga melati diserang hama
Petani sedih bukan kepalang
Mari kita belajar bersama
Agar tidak menjadi pecundang
B. Mencari rubah ke Pariaman
Bawa galon untuk diisi
Sangat mudah bagiku teman
Itu balon sudahlah pasti
C. Piring putih piring bersabun
Disabun anak orang Cina
Memutih bunga dalam kebun
Setangkai saya yang menggila
D. Kalau ada kembang yang baru
Bunga kenanga dikupas jangan
Kalau ada sahabat yang baru
Sahabat lama dibuang jangan
20. Doni dan Badu berteman akrab. Setelah mendengar kabar dari Uca tentang keberhasilan Badu, Donipun menemui Badu untuk mengucapkan selamat.
Doni : Saya mendengar kabar dari Uca bahwa kamu sudah lulus SMP bahkan kamu berhasil menjadi juara 1 di SMP-mu.
Badu : ( Tersenyum gembira menyambut kalimat pujian Doni) Betul Don!
Doni : .....
Badu : Terima kasih. Kudoakan juga semoga kamu sukses.
Doni : ....
Berdasarkan ilustrasi, diaolog yang tepat untuk mengisi bagian rumpang naskah tersebut adalah...
A. - Terima kasih ya, ayo kutraktir makan
- Tapi makan baso aja ya teman!
B. - Saya gembira,tapi jangan lupa kita ditraktir
- Maukan mentraktir aku?
C. - Saya turut bergembira atas keberhasilanmu. Selamat ya.
- Terima kasih juga atas doamu.
D. - Wah... jangan gitulah!
- Makasih juga atas doamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar